TSrlGUd7TSM5GSCoGfriTpCoBA==

Macam-Macam Siklus Gerhana

Siklus atau juga bisa disebut daur merupakan pengulangan waktu, yakni kelompok-kelompok waktu yang memiliki nilai yang sama. Konsep prediksi adanya gerhana, baik gerhana Matahari maupun Bulan, ternyata sudah ada suatu observasi yang dilakukan orang-orang zaman dahulu. Melalui pengamatan-pengamatan yang rutin, mereka mendapatkan suatu penemuan yang bisa memprediksi waktu tentang adanya gerhana dan dikenal dengan istilah siklus / periode gerhana. Adapun beberapa siklus gerhana yang ada diantaranya:

Sumber gambar dari www.GreatAmericanEclipse.com



Siklus Saros

Siklus Saros adalah siklus gerhana yang memanfaatkan tiga periode siklus orbit Bulan, yaitu periode sinodis, periode anomalistik, dan periode drakonis. 223 periode sinodis ternyata sama dengan 239 periode anomalistik dan sama dengan 242 periode drakonis, yaitu kira-kira 18 tahun 11 bulan 8 jam / 1/3 hari. Pada periode ini gerhana yang muncul setiap satu siklus saros punya karakteristik yang sama, seperti jalur lintasannya, tetapi bukan daerah Bumi yang dilintasinya.

Karena lamanya satu siklus Saros tidak sama dengan jumlah hari penuh (ada ekstra 8 jam), satu-satunya perbedaan karakteristik dua gerhana yang terpisah sejauh satu siklus saros adalah lokasinya bergeser 8 jam ke Barat, yaitu sekitar 120 derajat ke Barat. Setelah tiga siklus Saros, barulah pergeserannya 360 derajat dan kembali ke lokasi geografis semula. Jadi setiap 3 siklus Saros (kurang lebih 54 tahun) akan terjadi gerhana Matahari di lokasi geografis yang kurang lebih sama.

Seperti yang disebutkan di atas, gerhana-gerhana yang dipisahkan oleh periode saros dikelompokkan menjadi sebuah seri saros. Sebuah seri saros tidak akan bertahan selamanya. Seri saros lahir dan mati dan beranggotakan sejumlah gerhana tertentu.Seri saros ini tidak bertahan selamanya karena satu periode saros itu lebih pendek ½ hari dari 19 tahun gerhana. Akibatnya, setelah satu periode saros, titik node akan bergeser 0,50 ke arah timur. Karenanya, setelah lewat sejumlah periode saros tertentu, jarak titik node sudah sedemikian jauh dari Matahari/Bulan sehingga tidak memungkinkan lagi terjadinya gerhana. Saat itu terjadi, seri saros yang bersangkutan akan mati, dan seri saros baru akan lahir.

Siklus Inex

Periode 358 lunasi, atau 29 tahun kurang 20 hari. Periode inex ini sama dengan 388,5 revolusi draconic ( dari node ke node ). Pecahan 0,5 ini memiliki konsekuansei bahwa periode inex mengambil tempat bergantian , antara satu node dengan node yang lain. Sehingga, sebuah gerhana Matahari yang terlihat di belajan Bumi utara, maka setelah satu periode inex, gerhana Matahari berikutnya akan terlihat di belahan Bumi selatan. Satu inex berikutnya akan kembali ke belahan Bumi utara. Sebagai contoh :
  • 6 Mei 1845 gerhana cincin, terlihat di laut arktik, titik turun bulan
  • 16 April 1874, gerhana total, terlihat di antartika, titik naik bulan
  • 29 Maret 1903, gerhana cincin, terlihat di Siberia, titik turun bulan, dst.

Siklus Tritos

Memiliki periode 135 lunasi atau 11 tahun di kurangi satu bulan. Pergeseran terhadap titik node cukup kecil, hanya sekitar 0,5 derajat setelah satu tritos. Sebagai contoh siklus tritos berikut ini :
  • 12 September 1931, parsial, belahan Bumi utara
  • 12 Agustus 1942, parsial, belahan Bumi selatan
  • 11 Juli 1953, parsial, belahan Bumi utara
  • 10 Juni 1964, parsial, belahan Bumi selatan
  • 11 Mei 1975, parsial, belahan Bumi utara
  • 9 April 1986, parsial, belahan Bumi selatan, dan seterusnya.

Siklus Meton

Siklus meton adalah sebesar 235 lunasi atau 19 tahun. Setelah 19 tahun, fase bulan akan terulang pada tanggal kalender yang hampir sama. Siklus meton adalah periodisitas yang baik untuk menentukan dengan cepat fase bulan pada masa lalu atau masa depan. Sebagai contoh 190 tahun (10 siklus meton) setelah gerhana Matahari total pada fase bulan baru (new moon) 11 Juli 1991, maka akan didapatkan pula fase bulan baru pada 11 Juli 2181. Akan tetapi tidak ada gerhana Matahari pada tanggal yang disebutkan terakhir ini.karena itu siklus meton tidak terlalu berguna untuk memprediksi terjadinya gerhana. sebagai contoh, siklus berikut ini yang berisi lima gerhana.
  • 12 Agustus 1923, tidak ada gerhana
  • 12 Agustus 1942, parsial
  • 11 Agustus 1961, cincin
  • 10 Agustus 1980, cincin
  • 11 Agustus 1999, total
  • 11 Agustus 2018, parsial
  • 11 agustus 2037, tidak ada gerhana


Jumlah Gerhana dalam Satu Tahun Kalender

Kurang lebih ada tujuh kali dalam setahun Bulan dapat berada di dalam daerah bayang-bayang Bumi dan sebaliknya Bumi berada dalam daerah bayang-bayang Bulan. Oleh karena itu paling banyak 7 kali dalam satu tahun dapat terjadi gerhana Bulan dan Matahari. paling sedikit terjadi dua kali gerhana dalam satu tahun.

Dalam satu tahun kalender (1 Januari hingga 31 Desember), gerhana Matahari maksimal bisa terjadi hingga 5 kali.Seperti yang terjadi pada tahun 1805, 1935, dan akan terjadi pada tahun 2206. Namun demikian dalam rentang 365 hari, bisa terjadi 5 kali gerhana Matahari, seperti dalam rentang antara 30 Juli 1916 hingga 29 Juli 1917, yaitu :30 Juli 1916 A, 24 Desember 1916 P, 23 Januari 1917 P, 19 Juni 1917 P, dan 19 Juli 1917 P.

Dalam rentang 4000 tahun sejak -600 hingga tahun 3400, secara perhitunga hanya terdapat 14 tahun yang memiliki 5 kali gerhana Matahari dalam setahun yaitu, tahun -568, -503, -438, -373, 1255, 1805, 1935, 2206, 2709, 2774, 2839, 2904, 3295 dan 3360. Catat bahwa distribusi tahunnya tidak beraturan : ada tiga kasus dari tahun -568, hingga -438 (rentang 130 tahun) dan tiga kasus dari tahun 2709 hingga 2839 (rentang 130 tahun) tetapi tidak terjadi sejak tahun -373 hingga 1255 (rentang lebih dari 1600 tahun). Untuk keempat belas tahun di atas, empat dari lima gerhana dalam setahun adalah tipe parsial atau P, sisa tipe gerhana adalah tipe cincin atau A (seperti pada tahun 1935) atau tipe total seperti pada tahun 2774. Adapun dalam setahun gerhana juga bisa terjadi minimal sebanyak 2 kali. Kedua-duanya dapat berupa gerhana Matahari parsial, sebagaimana pada tahun 1996 dan 2004.

Jika digabungkan antara gerhana Matahari dan Bulan, maka jumlah minimum gerhana dalam setahun adalah 4 buah dan maksimum 7 buah. 7 buah ini terjadi dalam 4 kemungkinan sebagai berikut :
  • 5 gerhana Matahari + 2 gerhana Bulan, seperti pada tahun 1935,2206
  • 4 gerhana Matahari + 3 gerhana Bulan, seperti pada tahun 1982, 2094
  • 3 gerhana Matahari + 4 gerhana Bulan, seperti pada tahun 1973, 2038
  • 2 gerhana Matahari + 5 gerhana Bulan, seperti pada tahun 1879, 2132.

Comments0

Mari bangun diskusi bersama.

Type above and press Enter to search.