Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, kembali menjadi saksi lahirnya ruang belajar ilmu falak yang hidup dan membumi. Selama 26–30 Januari 2026, Padepokan Albiruni menerima 12 mahasiswa Ilmu Falak Fakultas Syariah UIN Walisongo Semarang dalam kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dengan total durasi pembelajaran sekitar 22,5 jam.
Kegiatan ini diikuti oleh 6 mahasiswa dan 6 mahasiswi, yang seluruhnya terlibat aktif dalam rangkaian praktik instrumen falak. Berbeda dari pembelajaran di ruang kuliah, PPL ini dirancang sebagai pengalaman langsung - menyentuh alat, mengamati fenomena, dan memahami kembali akar keilmuan falak yang lahir dari interaksi manusia dengan langit.
Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Ehsan Hidayat, M.H., pengelola Padepokan Albiruni, yang memandu seluruh sesi dengan pendekatan historis, konseptual, dan aplikatif.Sundial: Membaca Waktu dari Bayangan Matahari
Materi sundial (jam matahari) menjadi pintu masuk penting dalam memahami konsep waktu secara astronomis. Mahasiswa diajak mengenal prinsip dasar gerak semu harian Matahari dan bagaimana bayangan dapat digunakan sebagai indikator waktu.Dalam sesi ini, peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga:
- memahami struktur sundial (bidang dial, gnomon, dan garis jam),
- mengamati perubahan bayangan Matahari secara langsung,
- mendiskusikan relevansi sundial dalam sejarah penentuan waktu salat.
Astrolabe: Instrumen Multifungsi Warisan Ilmuwan Klasik
Sesi astrolabe menjadi salah satu bagian paling intens dalam PPL ini. Mahasiswa diperkenalkan pada astrolabe sebagai instrumen astronomi klasik multifungsi yang pernah menjadi komputer analog pada masanya.Materi yang dipelajari meliputi:
- pengenalan bagian-bagian astrolabe,
- cara membaca koordinat benda langit,
- penentuan waktu dan arah kiblat menggunakan astrolabe,
- cara membuat astrolabe dengan CorelDraw
- pemahaman astrolabe sebagai alat sains sekaligus artefak peradaban.
Sebagaimana ungkapan Galileo Galilei:
"You cannot teach a man anything, you can only help him discover it within himself."
Astrolabe menjadi medium penemuan itu - membantu mahasiswa menemukan logika langit dengan tangan dan pikirannya sendiri.
Volvelle Inovasi Gerhana: Menjembatani Tradisi dan Inovasi
Bagian paling khas dari PPL di Padepokan Albiruni adalah pengenalan Volvelle Inovasi Gerhana, sebuah instrumen berbasis piringan putar yang dikembangkan sebagai hasil inovasi falak kontemporer.
Dalam sesi ini, mahasiswa:
- mempelajari konsep dasar siklus gerhana,
- memahami struktur dan cara kerja volvelle,
- melihat bagaimana data astronomi dapat divisualisasikan secara mekanis,
- mendiskusikan peluang pengembangan instrumen falak sebagai media edukasi modern.
Ruang Belajar Alternatif Berbasis Instrumen
Seluruh rangkaian PPL dilaksanakan di Kantor Pusat Padepokan Albiruni, yang berfungsi sebagai ruang belajar alternatif berbasis instrumen astronomi klasik. Suasana yang tenang, diskusi yang cair, serta praktik langsung menjadikan kegiatan ini lebih dari sekadar pemenuhan kewajiban akademik.
PPL ini memperkuat peran Padepokan Albiruni sebagai simpul pembelajaran falak yang menjembatani kampus, tradisi keilmuan klasik, dan inovasi modern. Dari desa kecil di Pekalongan, upaya memahami langit terus dilakukan - dengan rasa ingin tahu, ketekunan, dan semangat keilmuan yang berkelanjutan.
Sebagaimana pesan Albert Einstein:
“The important thing is not to stop questioning.”
Semangat itulah yang menjadi ruh PPL Ilmu Falak 2026 di Padepokan Albiruni.




Comments0
Mari bangun diskusi bersama.