TSrlGUd7TSM5GSCoGfriTpCoBA==

Daftar Gerhana di Tahun 2026: Jenis, Tanggal, dan Penjelasan Lengkapnya

Gerhana merupakan salah satu fenomena langka yang selalu menarik perhatian manusia sejak zaman kuno hingga era modern. Peristiwa ini terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis lurus sehingga salah satu benda langit tersebut menutupi cahaya benda lainnya. Selain memiliki nilai ilmiah yang tinggi, gerhana juga sering dikaitkan dengan budaya, sejarah, hingga kepercayaan masyarakat di berbagai belahan dunia.

gerhana 2026


Memasuki tahun 2026, pengamat langit akan kembali disuguhkan dengan beberapa peristiwa gerhana yang terdiri dari gerhana matahari dan gerhana bulan. Secara keseluruhan, terdapat empat gerhana yang akan terjadi sepanjang tahun, masing-masing memiliki karakteristik dan wilayah pengamatan yang berbeda.

Artikel ini akan membahas secara lengkap daftar gerhana tahun 2026, mulai dari pengertian singkat, jenis gerhana, tanggal kejadian, wilayah yang dapat menyaksikannya, hingga tips pengamatan agar fenomena ini dapat dinikmati secara aman dan maksimal.

Apa Itu Gerhana?


Secara sederhana, gerhana adalah peristiwa tertutupnya sebagian atau seluruh cahaya suatu benda langit oleh benda langit lain. Dalam sistem Bumi–Bulan–Matahari, terdapat dua jenis gerhana utama:

1. Gerhana Matahari, terjadi ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi.
2. Gerhana Bulan, terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan.

Gerhana tidak terjadi setiap bulan karena orbit Bulan miring sekitar 5 derajat terhadap orbit Bumi mengelilingi Matahari. Oleh karena itu, hanya pada waktu-waktu tertentu ketiga benda langit tersebut dapat berada pada satu garis lurus.

Daftar Lengkap Gerhana di Tahun 2026

Sepanjang tahun 2026, akan terjadi empat fenomena gerhana, yaitu:
  • Dua gerhana matahari
  • Dua gerhana bulan
Berikut penjelasan lengkap masing-masing gerhana.

1. Gerhana Matahari Anular – 17 Februari 2026

Gerhana pertama di tahun 2026 adalah gerhana matahari anular atau cincin. Pada jenis gerhana ini, Bulan melintas tepat di depan Matahari, namun tidak mampu menutupi seluruh piringan Matahari. Akibatnya, Matahari terlihat seperti cincin bercahaya dengan bagian tengah yang gelap, fenomena yang sering disebut sebagai ring of fire atau cincin api.

gerhana matahari cincin
Gambar: pexels.com


Hal ini terjadi karena jarak Bulan dari Bumi sedang berada di titik yang relatif lebih jauh, sehingga diameter tampaknya lebih kecil dibandingkan Matahari.

Detail gerhana:
  • Tanggal terjadi: 17 Februari 2026
  • Jenis: Gerhana Matahari Cincin (Annular)
  • Durasi maksimum: Beberapa menit di jalur pusat gerhana
Waktu terjadinya gerhana:
  • U1 = 11:42 UT / 18:42 WIB 
  • U2 = 11:55 UT / 18:55 WIB
  • Puncak Gerhana = 12:11 UT / 19:11 WIB
  • U3 = 12:29 UT / 19:29 WIB
  • U4 = 12:41 UT / 19:41 WIB
Wilayah pengamatan:
Gerhana ini dapat diamati secara annular di wilayah:
  • Samudra Atlantik bagian selatan
  • Samudra Pasifik selatan
  • Afrika bagian selatan
  • Antarktika
Sementara itu, di wilayah lain di sekitarnya, gerhana hanya akan terlihat sebagai gerhana matahari sebagian. Untuk wilayah Indonesia dan sebagian besar Asia Tenggara, gerhana ini tidak dapat diamati karena posisi geometrisnya berada jauh di belahan selatan Bumi.

Catatan penting: Gerhana matahari tidak boleh diamati dengan mata telanjang. Pengamat wajib menggunakan kacamata khusus gerhana atau alat observasi berfilter untuk mencegah kerusakan mata.

2. Gerhana Bulan Total – 3 Maret 2026

Fenomena berikutnya adalah gerhana bulan total, yang menjadi salah satu peristiwa paling dinantikan oleh pengamat langit di tengah Ramadhan ini. Pada gerhana ini, Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi, sehingga cahaya Matahari tidak langsung mengenainya.

gerhana bulan total
Gambar: Alex Fu/pexels.com


Meskipun tertutup bayangan, Bulan tidak sepenuhnya menghilang. Ia akan tampak berwarna merah tembaga atau jingga gelap, yang dikenal sebagai Bulan Merah (Blood Moon). Warna ini muncul akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi.

Detail gerhana:
  • Tanggal terjadi: 3 Maret 2026
  • Jenis: Gerhana Bulan Total
  • Durasi fase total: Sekitar 1 jam
Waktu Terjadinya gerhana:
  • U1 = 09:49 UT / 16:49 WIB
  • U2 = 11:03 UT / 18:03 WIB
  • Puncak Gerhana =  11:33 UT / 18:33 WIB
  • U3 = 12:02 UT / 19:02 WIB
  • U4 = 13:17 UT / 20:17 WIB
Wilayah pengamatan:
Gerhana bulan total ini dapat disaksikan dari:
  • Sebagian besar Asia
  • Australia
  • Samudra Pasifik
  • Amerika Utara dan Amerika Selatan
Untuk wilayah Indonesia, peluang pengamatan cukup baik, meskipun visibilitas fase tertentu bergantung pada lokasi, waktu terbit Bulan, dan kondisi cuaca.

Keunggulan gerhana bulan:
Tidak seperti gerhana matahari, gerhana bulan aman diamati dengan mata telanjang, tanpa alat bantu apa pun.

3. Gerhana Matahari Total – 12 Agustus 2026

Gerhana matahari total merupakan jenis gerhana yang paling spektakuler dan langka. Pada peristiwa ini, Bulan sepenuhnya menutupi Matahari sehingga siang hari berubah menjadi gelap selama beberapa menit di wilayah jalur totalitas.

gerhana matahari total
Gambar: Yvon Gallant/ pexels.com


Gerhana matahari total tahun 2026 akan menjadi sorotan utama bagi komunitas astronomi dunia terutama untuk dataran Eropa.

Detail gerhana:
  • Tanggal terjadi: 12 Agustus 2026
  • Jenis: Gerhana Matahari Total
  • Durasi totalitas: Hingga sekitar 2 menit di beberapa lokasi
Waktu terjadinya gerhana:
  • U1 = 16:58 UT / 23:58 WIB
  • U2 = 17:02 UT / 00:02 WIB (masuk di tanggal 13 Agustus)
  • Puncak Gerhana = 17:45 UT / 00:45 WIB (masuk di tanggal 13 Agustus)
  • U3 = 18:30 UT / 01:30 WIB (masuk di tanggal 13 Agustus)
  • U4 = 18:34 UT / 01:34 WIB (masuk di tanggal 13 Agustus)
Wilayah jalur totalitas:
Gerhana total dapat diamati secara penuh di:
  • Greenland
  • Islandia
  • Spanyol
  • Rusia bagian utara
Sementara wilayah Eropa, Afrika Utara, dan sebagian Amerika Utara akan melihatnya sebagai gerhana matahari sebagian.

Fenomena ini sangat menarik karena pada saat totalitas, pengamat dapat melihat:
  • Korona Matahari
  • Suhu udara menurun
  • Perilaku hewan yang berubah seolah-olah malam tiba
Gerhana ini diprediksi akan menarik ribuan wisatawan astronomi ke wilayah jalur totalitas. Dan target utamanya adalah negara Spanyol.

4. Gerhana Bulan Sebagian – 27–28 Agustus 2026

Gerhana terakhir di tahun 2026 adalah gerhana bulan sebagian. Pada peristiwa ini, hanya sebagian permukaan Bulan yang masuk ke bayangan inti Bumi, sehingga tampak seperti tergigit di satu sisi.

gerhana bulan sebagian
Gambar: Jozef Papa/Pexels.com


Detail gerhana:
  • Tanggal terjadi: 27–28 Agustus 2026
  • Jenis: Gerhana Bulan Sebagian
Waktu Terjadinya Gerhana:
  • U1 = 02:33 UT / 09:33 WIB
  • Puncak Gerhana Sebagian = 04:12 UT / 11:12 WIB
  • U4 = 05:52 UT / 12:52 WIB

Wilayah pengamatan:
Gerhana ini dapat diamati dari:
  • Amerika Utara
  • Eropa
  • Afrika
  • Asia bagian barat
Di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, peluang pengamatan relatif terbatas dan bisa dikatakan mustahil. Hal ini karena gerhana terjadi pada saat siang hari.

Rekapitulasi Gerhana Tahun 2026

  1. 17 Februari 2026 - Gerhana Matahari Cincin - Tidak terlihat di Indonesia
  2. 3 Maret 2026 - Gerhana Bulan Total - Terlihat di Indonesia
  3. 12 Agustus 202 - Gerhana Matahari Total - Tidak Terlihat di Indoneisa melainkan hanya di Eropa & sekitarnya
  4. 27–28 Agustus 2026 - Gerhana Bulan Sebagian - Tidak Terlihat di Indonesia melainkan hanya tempat terbatas di Asia

Tips Mengamati Gerhana dengan Aman


1. Gunakan alat yang sesuai
Khusus gerhana matahari, gunakan kacamata gerhana bersertifikat atau teleskop dengan filter matahari.

2. Perhatikan waktu lokal

Setiap daerah memiliki waktu pengamatan yang berbeda. Pastikan mengecek jam gerhana sesuai lokasi.

3. Pilih lokasi terbuka
Hindari gedung tinggi atau pepohonan yang menghalangi pandangan ke langit.

4. Pantau kondisi cuaca
Awan tebal dapat menghalangi pengamatan, terutama untuk gerhana matahari.

Penutup

Gerhana tahun 2026 menghadirkan rangkaian fenomena langit yang menarik, mulai dari gerhana bulan total yang relatif mudah diamati hingga gerhana matahari total yang sangat langka. Meskipun tidak semua gerhana dapat disaksikan dari Indonesia, setiap peristiwa tetap memiliki nilai ilmiah dan edukatif yang tinggi.

Bagi pecinta astronomi, pelajar, maupun masyarakat umum, memahami jadwal dan karakteristik gerhana dapat meningkatkan apresiasi kita terhadap keteraturan dan keindahan alam semesta. Informasi resmi terkait waktu dan visibilitas gerhana biasanya juga dirilis oleh lembaga astronomi internasional seperti NASA dan situs astronomi populer seperti Time and Date.

Comments0

Mari bangun diskusi bersama.

Type above and press Enter to search.

Chat WhatsApp