Nautika Falak Institute atau NFI diprakarsai oleh Ahmad Fathullah dari Madura. Komunitas ini lahir dari sebuah kesadaran panjang tentang asal-usul ilmu pengetahuan manusia. Jauh sebelum istilah ilmuwan dikenal, para pelaut dan nelayan telah menjadi pembaca langit dan laut. Mereka menentukan arah, waktu, dan keselamatan hidup dengan mengamati bintang, bulan, arus, angin, dan gelombang.
Dari tradisi itulah NFI berangkat - bukan untuk bernostalgia, melainkan untuk menghidupkan kembali ilmu lama dalam bahasa masa depan.
Akar Filosofi: Langit dan Laut sebagai Satu Kesatuan
Bagi NFI, ilmu falak dan ilmu perairan tidak pernah terpisah. Keduanya terikat dalam satu sistem kosmik yang saling memengaruhi.Kesadaran dasar ini diwujudkan dalam relasi berikut:
Langit ↔ Laut
Langit menggerakkan laut; laut merefleksikan langit
Tradisi ↔ Teknologi
Kearifan lama diperkuat oleh pendekatan modern
Nelayan ↔ Ilmuwan
Pengalaman lapangan bertemu riset akademik
Lokal ↔ Global
Pengetahuan lokal untuk tanggung jawab peradaban dunia
Dari sinilah NFI memposisikan diri sebagai jembatan keilmuan maritim–kosmik.
Visi Peradaban Maritim–Kosmik
NFI membawa visi besar:- Menjadi pusat peradaban maritim-kosmik dunia
- Mengintegrasikan ilmu falak dan ilmu perairan
- keselamatan pelayaran
- kemandirian nelayan
- keberlanjutan laut
- kemajuan umat manusia
Misi yang Berpijak pada Realitas Laut
Dalam perjalanannya, NFI menegaskan beberapa misi utama:- Mengembangkan riset terapan falak–perairan untuk navigasi dan keselamatan laut
- Menciptakan teknologi murah dan fungsional berbasis matahari, bulan, dan bintang
- Menghidupkan kembali ilmu falak praktis maritim dalam format modern
- Mendidik generasi baru Maritime Cosmic Scientist
- Menjadi pusat kolaborasi internasional ilmu maritim berbasis kosmik
Program Inti: Ilmu Falak yang Menyentuh Laut
Sebagai perwujudan misi tersebut, NFI mengembangkan sejumlah program inti:1. Sistem Navigasi Bintang–Arus
- Kompas bintang berbasis rasi lokal
- Kalender laut berbasis fase bulan
- Arah arus pasang-surut dari deklinasi bulan
- Aplikasi falak maritim berbasis offline
Pendekatan integratif yang menggabungkan:
- fase bulan
- pasang surut
- suhu laut
- cahaya bulan
3. Sistem Keselamatan Laut Berbasis Langit
- Pembacaan anomali halo matahari dan bulan
- Kalender bahaya laut tahunan
- Alarm badai manual untuk kapal kecil tanpa radar
Jam analog–digital yang menampilkan:
Program pendidikan langsung yang mengajarkan:
Struktur dasar kawasan dibangun dari simbol-simbol kosmik:
Lingkaran → langit
Gelombang → laut
Poros tengah → ilmu
Kawasan ini mencakup:
NFI hadir bukan untuk simbol, melainkan untuk dampak nyata:
- arah kiblat di laut
- waktu pasang-surut
- arah arus
- posisi matahari dan bulan
Program pendidikan langsung yang mengajarkan:
- membaca bintang
- membaca awan
- membaca ombak
- membaca arus
Ruang yang Dibangun dari Gagasan
Seluruh gagasan NFI diterjemahkan ke dalam desain arsitektur komunitas dengan konsep: "Observatorium yang Mengapung di Daratan".Struktur dasar kawasan dibangun dari simbol-simbol kosmik:
Lingkaran → langit
Gelombang → laut
Poros tengah → ilmu
Kawasan ini mencakup:
- Menara Falak dan observatorium
- Laboratorium falak terapan dan perairan
- Ruang integrasi data langit–laut
- Perpustakaan manuskrip dan data modern
- Ruang belajar terbuka menghadap laut
- Asrama pelajar dan hunian peneliti
- Ruang spiritualitas kosmik dan pelabuhan riset kecil
NFI hadir bukan untuk simbol, melainkan untuk dampak nyata:
- Nelayan kecil dapat berlayar tanpa ketergantungan GPS
- Keselamatan pelayaran meningkat
- Biaya teknologi navigasi menurun
- Ilmu tradisional hidup kembali
- Kemandirian maritim tumbuh dari bawah
![]() |
| Masterplan Nautika Falak Institute |
![]() |
| Auditorium Utama |
![]() |
| Observatorium Bawah Laut |
![]() |
| Arena Observatorium |





Comments0
Mari bangun diskusi bersama.